Menginap di Rumah Orang Lain…

Sekilas tampak remeh temeh. Mari coba tantang diri, beranikah menginapkan anak kita di rumah orang lain begitu saja? Benarkah berani tanpa persiapan apa-apa?…

Yang pernah saya alami adalah deg deg serr… 🙈😅
Apakah ananda akan berkelakuan baik?
Apakah ananda akan merepotkan tuan rumah?
Bagaimana jika ananda nanti tidak merasa nyaman?
Apakah cocok dengan makanannya?
Dll

Nahh, ternyata banyak juga yang harus dipersiapkan agar anak kita bisa menginap di rumah orang lain.
Ada persiapan ananda belajar tentang adab menjadi tamu, persiapan mental keluar dari zona nyaman dari biasanya, persiapan kemandirian, persiapan latihan komunikasi dengan orang lain, dan lain-lain.

Termasuk yang menjadi tuan rumah. Persiapan adab menjamu tamu, berlatih tentang yang namanya aturan yang berlaku pada masing-masing keluarga lalu mengkomunikasikannya dengan orang luar, menularkan praktik dan kebiasaan keluarga yang baik, dan lain sebagainya.

Hal yang terlihat simpel tapi banyak pembelajaran bermakna yang didapat ya?…

Oleh karena itu program menginap di rumah teman atau LIVE IN ini kami jalankan. Ya, memang ‘hanya’ di rumah teman bukan di perkampungan terpencil suatu daerah, bukan pula luar pulau dan luar negeri. Tapi dari hal sesederhana keluarga teman baik kita, lingkungan terdekat kita. Itu yang kami harap teman-teman kecil mampu serap hal-hal baiknya dahulu. sebelum kelak akan mengepakkan sayap lebih jauh lagi.

Di pekan liburan tengah semester pertama ini, kami pun menyelenggarakan live in perdana untuk siswa kelas 2-4.

Sejak awal program ini mendapat respon positif. Anak-anak antusias membayangkan keseruan menginap di rumah temannya. Orangtuanya memang harap-harap gemas namun menyambut gembira. Hal-hal yang awalnya dikhawatirkan pun perlahan mulai dikondisikan dengan baik dari orangtua ke anak-anaknya. Para guru terus memberi penguatan dan pengulangan bagaimana adab kita ketika bertamu dan menerima tamu, bagaimana cara kita membawa dan menitipkan diri saat bersama orang lain, bagaimana kita harus berlatih mandiri.

Saat live in berlangsung, anak-anak senangnya luar biasa. Saat-saat yang membuncahkan hati kami sebagai pendidik adalah saat anak-anak belajar sesuatu dengan bahagia.

Memang hanya dua hari satu malam. Tapi banyak pengalaman belajar mengesankan yang mereka dapat. Saling bertukar kebiasaan positif, belajar bagaimana aturan, kebiasaan, kesenangan, rutinitas yang keluarga lain lakukan akan menjadi umpan balik yang berharga sampai kelak mereka besar nanti.

Selalu berterimakasih pada ayah bunda untuk segala support yang diberikan. Suatu bentuk kolaborasi apik antara orangtua dan sekolah demi kepentingan terbaik anak-anaknya.
Simak cerita lengkapnya ada di sini :https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2294101330632499&id=343555129020472

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *